Press "Enter" to skip to content

Polres Pariaman Menangkap Perempuan yang Mengunggah Status Ujaran Kebencian

Kepolisian Resor Pariaman, amankan seorang mahasiswi asal kota tersebut, yang kuliah di Pekanbaru. Ia diamankan karena diduga telah melakukan ujaran kebencian, melalui status WhatsAppnya (WA).

Kepala Polisi Resor Pariaman, AKBP Andry Kurniawan mengatakan, identitas mahasiswi yang diamankan tersebut dengan inisial JN (27), yang merupakan warga Sikapak Usang, Desa Tunggal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

“JN ini ditangkap di rumahnya oleh tim cyber Polres Pariaman, pada Rabu (25/9/2019) malam, berdasarkan Pasal ITE 19 Tahun 2016,” kata Andry, pada Kamis (26/9/2019).

Lanjut Andry, dalam status WA itu JN menulis, “Ko makin benci yaa aku liat aparat2 itu. Rasanya klw bisa aku tembak mati satu2 biar tau diri semua, mungkin hanya oknum yg berbuat tapi ttp sama aja semua. Klw bisa sama istri anak bininya juga di matikan aparat2 aparat2 ni, sumpah jijik”.

Andry menyebutkan, status tersebut diunggah JN sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian diingatkan oleh salah satu istri polisi. Bahwa apa yang ditulis itu, bisa dipidanakan. Setelah itu, JN langsung menghapus statusnya.

“Sebelumnya memang JN sudah memintak maaf, tapi status itu menjadi viral, karena discreenshoot dan dibagikan ke grup Bhayangkara Nusantara. Makanya JN kami amankan pada malam harinya. Bahkan sampai saat ini status WA itu masih dalam perbincangan grup Bhayangkara,” sebut Andry.

Dikatakan Andry, karena perbuatannya itu, JN diancam dengan hukuman enam tahun penjara.

Terkait masalah tersebut, Andry menghimbau kepada warga, agar bijak dalam bermedia sosial. Jika tidak bijak, makan akan menjadi bencana kepada diri sendiri. (Covesia)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.