Press "Enter" to skip to content

Akhir-Akhir Ini, Apakah Anda Merasakan Suhu Tengah Memanas dan Cenderung Gerah, Khususnya di Siang Hari? Berikut Penjelasannya

BMKG mengatakan jika suhu panas umumnya disebabkan oleh suhu udara yang tinggi dan disertai oleh kelembaban udara yang rendah, terutama terjadi pada kondisi langit cerah dan kurangnya awan. Sesuai dengan prediksi BMKG, jika pada bulan-bulan ini beberapa wilayah Indonesia mengalami berkurangnya tutupan awan akibat sedang berada pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau.

Ti1ngginya suhu maksimum akhir-akhir ini tidak dapat dikatakan secara langsung akibat perubahan iklim, namun BMKG memiliki catatan khusus terkait hal itu. Dalam analisis perubahan iklim oleh peneliti BMKG, disebutkan jika tren suhu maksimum di Jakarta telah meningkat signifikan sebesar 2,12°C per 100 tahun.

Suhu udara yang terus meningkat tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga banyak tempat di dunia. Lebih lanjut, BMKG juga menjelaskan jika tren pemanasan suhu udara permukaan juga diikuti oleh tren pemanasan di lautan. Secara umum, BMKG menyebutkan suhu permukaan laut terhangat secara global terpantau terjadi dalam periode 6 tahun terakhir.

BMKG mencatat, bulan April hingga Mei suhu permukaan laut di wilayah Indonesia terpantau masih cenderung hangat. Hal ini menandakan dinamika suhu permukaan laut di perairan Indonesia masih berpotensi dan sesuai untuk tumbuhnya badai tropis.

Jika perubahan iklim telah terjadi di wilayah Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan adanya kenaikan suhu yang mencapai 2,12° C dalam periode 100 tahun.

Efek dari perubahan iklim di Indonesia tersebut bisa dilihat dengan meningkatnya frekuensi kejadian dan intensitas curah hujan ekstrem dalam 30 tahun terakhir. Contoh lainnya adalah dengan makin menghangatnya suhu muka air laut yang memicu badai tropis di wilayah selatan Indonesia (Samudera Hindia) atau di wilayah utara Indonesia (Samudera Pasifik bagian barat).

Namun, terkait perubahan suhu udara tinggi yang terjadi hari ini di Indonesia, BMKG kembali menekankan jika hal tersebut bukan karena efek dari perubahan iklim. (Mendrofa/Humas)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.